Pali,liputanpublik.com – Kabar positif datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Pengeboran Sumur ABB-147 di Struktur Abab yang dikembangkan Pertamina EP (PEP) Adera Field menunjukkan hasil menjanjikan dengan potensi aliran gas mencapai 10,54 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Keberhasilan pengeboran dengan metode step out drilling tersebut membuka peluang pengembangan potensi hidrokarbon baru di wilayah Abab Southwest. Temuan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan produksi migas dari lapangan yang telah memasuki usia matang (mature field).
Pengembangan Sumur ABB-147 rampung pada 17 Oktober 2026 dan dilanjutkan dengan tahap uji alir awal (initial flow test). Berdasarkan hasil pengujian, sumur tersebut memiliki potensi aliran gas hingga 10,54 MMSCFD pada kondisi tanpa pembatasan (open flow), serta potensi produksi minyak sebesar 186 barel kondensat per hari (bcpd), sesuai satuan yang disampaikan perusahaan. General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kajian mendalam dan analisis data yang komprehensif untuk menemukan peluang cadangan migas baru, khususnya di lapangan yang telah lama beroperasi.
“Melalui kajian mendalam dan analisis data komprehensif, kami terus membuka peluang penemuan cadangan migas baru di lapangan mature. Keberhasilan di Sumur ABB-147 menjadi hasil dari kegigihan seluruh insan PHR Zona 4 mewujudkan ketahanan energi nasional,” kata Heru dalam keterangannya kepada Redaksi Citra Sumsel, Kamis (29/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas atas kerja sama dan dukungan dalam upaya mempercepat produksi Sumur ABB-147. Keberhasilan pengembangan Sumur ABB-147 menjadi tambahan peluang bagi PEP Adera Field dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi migas. Pada 2026, PEP Adera Field menargetkan produksi gas sebesar 22,21 MMSCFD. Sementara itu, realisasi produksi yang dilaporkan perusahaan telah mencapai 25,73 MMSCFD. Dengan capaian tersebut, realisasi produksi gas Adera Field berada sekitar 15,85 persen di atas target tahunannya. Meski demikian, potensi aliran gas Sumur ABB-147 berdasarkan hasil uji awal tidak serta-merta dapat disamakan dengan tambahan produksi aktual harian karena masih bergantung pada hasil evaluasi teknis dan tahapan pengembangan selanjutnya.
Sumur ABB-147, yang juga dikenal sebagai ABB-A5, merupakan sumur step out di area Abab Southwest, Kabupaten PALI. Sumur ini menargetkan Formasi Talangakar dengan konsep structural play, yakni perangkap hidrokarbon berupa four-way dip closure pada reservoir batuan klastik. Secara teknis, step out drilling merupakan metode pengeboran di luar batas wilayah yang telah terbukti produktif. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana reservoir yang berpotensi mengandung hidrokarbon berlanjut ke area sekitarnya.
Metode tersebut menjadi salah satu strategi PHR Zona 4 dalam mencari peluang pengembangan migas baru sekaligus mengoptimalkan potensi lapangan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Keberhasilan uji awal Sumur ABB-147 juga menjadi dasar untuk mengevaluasi peluang pengembangan hidrokarbon lebih lanjut, terutama potensi gas di wilayah Abab Southwest. Manager Subsurface Development Area 1 PHR Zona 4, Budi Darmawan, mengatakan perusahaan akan mengevaluasi hasil pengembangan sumur tersebut untuk menentukan kemungkinan penerapan strategi serupa di lokasi lain. “Kami akan mengevaluasi seluruh catatan dalam pengembangan ABB-147 dan mengkaji kemungkinan replikasi penerapan step out drilling di lokasi lain,” ujar Budi. (DA/LP)

