Palembang, Liputanpublik.com – SKK Migas bersama KKKS Wilayah Sumatera Selatan sukses menggelar Kuliah Umum Akbar untuk memperkenalkan industri hulu migas kepada civitas akademika, Rabu (26/08) di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri).
Acara ini diikuti oleh hampir 700 mahasiswa dari empat Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sumatera Selatan.
Mengangkat tema “Leadership & Collaboration”, kegiatan ini menghadirkan pemaparan informatif mengenai seluk-beluk hulu migas, regulasi, hingga gambaran kondisi geopolitik energi global.
Peran Strategis Mahasiswa dan Pentingnya Iklim Investasi
Gita Wirjawan, yang hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk melek teknologi, memahami gejolak geopolitik, dan memiliki pola pikir visioner dalam menghadapi kebutuhan industri masa depan.
“Para mahasiswa saat ini harus mau belajar lebih luas, lebih kritis, dan memahami secara gamblang apa sebetulnya yang dibutuhkan industri pada masa yang akan datang,” ujar Gita.
Ia juga mendorong mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri untuk kembali dan mendedikasikan ilmunya bagi kemajuan daerah asal. Menurutnya, hal ini perlu diimbangi dengan dukungan regulasi serta insentif yang memadai sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta unggul tersebut.
Selain itu, host program Endgame ini mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi demi menopang pendapatan negara. Menjaga iklim investasi yang sehat, lanjut Gita, dapat diwujudkan melalui penegakan hukum yang konsisten serta peningkatan kapasitas dalam mengelola ketidakpastian menjadi risiko yang terukur.
Sinergi dan Ketahanan Energi Nasional
Sementara itu, Sekretaris SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro, memaparkan berbagai aspek operasional hulu migas, mulai dari capaian, tantangan, hingga target jangka panjang demi menjaga ketahanan energi nasional.
“Pengelolaan industri hulu migas masih dalam kendali negara, sementara operasional dilakukan oleh KKKS. Target yang dititipkan kepada kami membutuhkan kolaborasi dan sinergi antar semua pihak,” tegas Luky.
Ia menambahkan bahwa industri hulu migas tidak hanya berfokus pada aspek operasional semata, melainkan juga memberikan multiplier effect (efek berganda) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung di sekitar wilayah kerja. Kolaborasi yang disiplin, terstruktur, dan berorientasi hasil dinilai sebagai kunci utama dalam mencapai keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.
Menanggapi antusiasme peserta seputar peluang berkarier di sektor energi, figur yang telah berkecimpung di dunia migas selama lebih dari 20 tahun ini memberikan motivasi kepada para mahasiswa.
“Migas ini membutuhkan SDM multidisiplin, hampir semua keilmuan ada di industri ini, sehingga tidak berfokus kepada satu keilmuan saja,” jelasnya seraya mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan talenta serta inovasi keilmuan.
Acara Interaktif dan Dihadiri Tokoh Penting
Rangkaian kuliah umum yang berlangsung interaktif ini dimoderatori oleh Sr. Manager PEP Prabumulih Field, M. Lutfi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, M.Agr., serta Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto. (DA/LP)

